KEMRANJEN – Kreativitas dan jiwa kewirausahaan terus dipupuk sejak dini di MTs Ma’arif NU 3 Kemranjen. Pada tanggal 17-18 Desember 2025, madrasah menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan khusus membuat Hantaran Pernikahan. Kegiatan ini diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh siswa, mulai dari kelas 7 hingga kelas 9.
Hari Pertama: Dari Teori ke Kreasi Karakter
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan narasumber ahli, Bapak Sutarno, yang merupakan guru Seni di MTs Ma’arif NU 3 Kemranjen. Pada hari pertama, Rabu (17/12), acara diawali dengan pemaparan materi mengenai peluang bisnis kewirausahaan. Bapak Sutarno menekankan bahwa keterampilan membuat hantaran memiliki nilai ekonomi yang tinggi di masyarakat.
Setelah sesi teori, siswa disuguhkan video tutorial pembuatan hantaran berbahan dasar handuk dan kain jarik. Tak menunggu lama, para siswa langsung terjun melakukan praktik secara berkelompok. Dengan tangan-tangan kreatif, mereka berhasil mengubah selembar handuk dan kain menjadi objek karakter yang lucu dan indah, seperti kelinci dan burung merak.
Hari Kedua: Tantangan Membuat Kubah Masjid
Memasuki hari kedua, Kamis (18/12), tingkat kesulitan pun meningkat. Siswa ditantang untuk membuat hantaran dengan karakter kubah masjid. Bahan dasar yang digunakan kali ini adalah perlengkapan ibadah, yakni mukena dan sajadah.
"Membuat karakter kubah masjid memerlukan ketelitian dan kesabaran ekstra agar bentuknya terlihat kokoh dan estetik," ujar Bapak Sutarno di sela-sela pendampingan praktik.
Meski cukup menantang, antusiasme siswa tidak surut. Ruang kelas dipenuhi dengan diskusi kelompok dan kerja sama tim yang solid untuk menghasilkan karya terbaik.
Penilaian dan Apresiasi
Hasil karya dari setiap kelompok tidak hanya dipajang, tetapi juga dinilai oleh tim penilai khusus. Kriteria penilaian meliputi:
Kerapian lipatan bahan.
Kreativitas dalam hiasan tambahan.
Kesesuaian Bentuk dengan tema karakter yang ditentukan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengisi waktu luang setelah ujian, tetapi juga membekali siswa dengan soft skill yang bermanfaat di masa depan.
"Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga terampil melihat peluang usaha di sekitar mereka. Membuat hantaran adalah salah satu keahlian yang selalu dibutuhkan," ungkap pihak sekolah.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama hasil karya masing-masing kelompok yang tampak sangat profesional, layaknya buatan jasa hantaran berpengalaman.
Siswa-siswi MTs Ma’arif NU 3 Kemranjen terbukti memiliki potensi luar biasa dalam bidang seni dan ekonomi kreatif!



Mohon Gunakan Kata Kata Bijak Anda...
Smua berawal dari kata-kata kita....
Salam.....Moga Berguna untuk kemajuan pendidikan Indonesia...
Jayalah Ma'arif.....